Studi Investor Global

Investor yang terlalu yakin dan bantuan yang mereka inginkan: sebuah tinjauan cara berinteraksi

Keyakinan yang kurang tepat dalam memahami investasi dapat merugikan investor yang merencanakan masa depan keuangan mereka. Akan tetapi, keinginan yang kuat untuk belajar dan meminta saran dari profesional keuangan menghadirkan peluang besar bagi industri investasi untuk berinteraksi dengan konsumen.

22/09/2016

Studi Investor Global Schroders 2016 menunjukkan bahwa investor di seluruh dunia memiliki keyakinan yang teguh dalam kapabilitas investasi mereka sendiri.

Studi ini juga menggambarkan adanya keinginan untuk  dapat melakukan konsultasi keuangan di seluruh dunia, di mana investor masih menginginkan keputusan investasi mereka diratifikasi oleh penasihat profesional.

Estimasi pemahaman investasi yang berlebihan

Konsumen terus menunjukkan suatu tingkat keyakinan diri dalam kapabilitas investasi mereka sendiri.

Ini telah lama menjadi sifat perilaku yang sangat dipahami dalam berinvestasi dan di bidang kehidupan lainnya di mana, misalnya, studi terpisah telah mengaitkan keyakinan berlebihan dari pengguna jalan dengan meningkatnya kecelakaan lalu lintas.

Riset kami menunjukkan sejauh mana investor secara berlebihan mengestimasi kemampuan mereka, dan kami menyoroti dampak signifikan dari hal ini terhadap kesejahteraan di masa pensiun.

Konsumen semakin diberi kepercayaan dengan pengelolaan pensiun mereka sendiri dan, studi kami menunjukkan bahwa masih ada kesenjangan yang signifikan antara apa yang mereka pikir mereka ketahui dan apa yang sebenarnya mereka ketahui.

Studi Investor Global Schroders 2016 menemukan:

  • Hanya 13% investor secara global yang mengakui bahwa mereka memiliki pemahaman investasi kurang daripada rata-rata.
  • 51% investor yang dikumpulkan secara global oleh Schroders menggambarkan diri mereka sebagai orang yang memiliki pemahaman lebih dibandingkan rata-rata investor lainnya – menggambarkan keyakinan yang berlebihan.
  • 18% wanita mengakui memiliki pemahaman investasi di bawah rata-rata, dibandingkan 11% pria.
  • Namun, 63% investor secara global tidak dapat secara tepat mengidentifikasi, apa yang dilakukan perusahaan pengelolaan investasi.

Temuan ini, secara tersendiri, merupakan hal yang mengkhawatirkan namun studi ini juga mendapati bahwa investor memiliki ekspektasi penghasilan yang tidak realistis, yang dapat mengarah pada kerugian finansial yang signifikan di kemudian hari.

Tangisan minta bantuan

Kesan yang keliru akan keyakinan dalam kemampuan investasi mereka menandakan kebutuhan bagi investor untuk meratifikasi keputusan investasi mereka sebelum melakukan investasi dengan menggunakan jasa profesional di bidang keuangan.

Kendati semakin canggihnya teknologi dan semakin banyaknya “penasihat robot otomatis” - alat digital yang mengajukan pertanyaan risiko dan sasaran sebelum investasi dilakukan secara online - tampaknya investor masih menginginkan sentuhan manusia.

  • Separuh (50%) dari investor global mengatakan bahwa mereka berencana berkonsultasi dengan penasihat keuangan saat mereka membuat keputusan investasi berikutnya.
  • Kaum milenial (51%) memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk berkonsultasi dengan penasihat keuangan dibandingkan mereka yang berusia 36 ke atas (49%).
  • Wanita (54%) memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk berkonsultasi dengan penasihat keuangan sebelum melakukan investasi dibandingkan pria (47%)

Ini berarti masih ada kesempatan bagi industri manajemen investasi untuk berinteraksi dengan generasi yang kabarnya kecewa dengan bisnis korporasi besar.

Mau belajar

Hal yang cukup menenangkan, investor menunjukkan keinginan  untuk meningkatkan pemahaman investasi mereka.

Studi Investor Global Schroders 2016 menemukan:

  • 89% investor di seluruh dunia mengatakan bahwa mereka ingin mempelajari lebih jauh tentang investasi
  • 94% kaum milenial mengatakan bahwa mereka ingin meningkatkan pemahaman investasi mereka dengan cara apa pun
  • 91% wanita ingin meningkatkan pemahaman investasi mereka dengan cara apa pun, dibandingkan 88% pria

Investor kemungkinan besar lebih memilih berbicara dengan penasihat keuangan untuk meningkatkan pemahaman investasi mereka. Kendati demikian, pendekatan serba-sendiri juga semakin populer.

  • 43% investor kemungkinan besar lebih memilih berbicara dengan penasihat keuangan untuk meningkatkan pemahaman investasi mereka.
  • 42% investor akan menghabiskan lebih banyak waktu melakukan riset sendiri melalui situs web finansial independen
  • 36% akan mengikuti tutorial dan panduan online

Segala peningkatan dalam investasi serba-sendiri tentu disambut dengan tangan terbuka – selama hal tersebut akan   memupuk pengetahuan dan membuat konsumen berinteraksi lebih dalam dengan keuangan mereka.

Bagaimanapun juga, studi kami menunjukkan bahwa beberapa aspek dari pengetahuan konsumen masih relatif buruk.

Misalnya, sulit untuk merasa yakin bahwa orang mengetahui dan memahami investasi mereka jika relatif sedikit yang dapat mengidentifikasi peran manajer investasi versus penasihat, perusahaan asuransi atau bank investasi.

Masih ada sejumlah generasi, yang sudah mendekati masa pensiun, yang memiliki pemahaman investasi yang relatif rendah dan apa yang mereka dapat dan tidak dapat lakukan bagi investasi mereka.

Bagi sebagian banyak orang, dibiarkan mengelola sendiri penyediaan pensiun mereka yang tidak tepat dapat membuat mereka hidup sengsara dikemudian hari.

Anda bisa menguji pemahaman akan investasi dengan alat IQ pendapatan kami, yang akan mengungkap perilaku bias Anda dan memberikan kiat bermanfaat untuk memberdayakan Anda agar mampu membuat keputusan investasi yang lebih baik.

Untuk cerita selengkapnya dan infografik interaktif, kunjungi www.schroders.com/gis atau unduh laporan lengkap di bawah.

Studi Investor Global Schroders 2016 menemukan bahwa investor memiliki keyakinan berlebihan, yang berpotensi membahayakan perencanaan keuangan masa depan, tetapi mereka masih menginginkan bantuan dari penasihat investasi.

Catatan: Tentang Studi Investor Global Schroders 2016

Schroders menugaskan Research Plus Ltd untuk melakukan studi online independen, antara 30 Maret dan 25 April 2016, terhadap 20.000 investor di 28 negara di seluruh dunia, termasuk Australia, Brasil, Kanada, Tiongkok, Prancis, Jerman, India, Italia, Jepang, Belanda, Spanyol, Inggris, dan Amerika Serikat. Riset ini mendefinisikan ‘investor’ sebagai orang yang akan menginvestasikan paling sedikit €10.000 (atau yang setara) dalam 12 bulan ke depan dan yang telah membuat perubahan pada investasi mereka dalam lima tahun terakhir. Orang-orang ini mewakili pandangan investor di masing-masing negara yang diikutsertakan dalam studi.

Informasi Penting:

Informasi dan opini yang terdapat di dalam dokumen ini telah disusun atau diperoleh oleh PT Schroder Investment Management Indonesia ("Schroders Indonesia") dari sumber yang ​​diyakini oleh Schroders Indonesia dapat diandalkan dan dengan itikad yang baik, dan Schroders Indonesia dapat dimungkinkan untuk tidak melakukan verifikasi atau pemeriksaan secara detail/ due diligence terhadap keakuratan informasi tersebut. Semua pendapat atau perkiraan yang terkandung di dalam dokumen ini sepenuhnya berdasarkan penilaian Schroders Indonesia sampai dengan tanggal dokumen ini dibuat dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Informasi yang terkandung dalam dokumen ini disediakan untuk tujuan informasi saja, dan tidak dapat dianggap sebagai jaminan kinerja atau profitabilitas dari portofolio di bawah manajemen Schroders Indonesia. Perlu dipahami dengan baik bahwa nilai investasi bisa mengalami penurunan dan juga bisa mengalami kenaikan dan hal tidak dijamin oleh perusahaan kami.

Isi dari dokumen ini dan semua informasi rahasia yang berkaitan dengan Schroders Indonesia wajib diperlakukan oleh perusahaan berdasarkan aturan pembatasan kerahasiaan. Informasi ini hanya dapat digunakan untuk tujuan menilai proposal kami. Informasi rahasia termasuk (namun tidak terbatas pada):

  • strategi investasi, proses, know-how dan rincian dari mandat investasi yang diusulkan pihak Schroders ';
  • pengaturan biaya dan komisi;
  • informasi tentang nasabah Schroders lainnya ';
  • setiap informasi pihak ketiga yang tunduk pada aturan pembatasan kerahasiaan;
  • data dana kepemilikan, dan
  • rincian staf kami.

Informasi rahasia ini tidak boleh diungkapkan kepada pihak lain/ ketiga dan hanya boleh diungkapkan kepada mereka yang diperlukan untuk menilai informasi tersebut, termasuk karyawan perusahaan anda, agen dan penasihat profesional dengan tujuan mempelajari proposal kami. Anda harus memastikan bahwa orang-orang ini memahami akan sifat kerahasiaan dari informasi tersebut dan memperlakukannya sesuai dengan aturan pembatasan kerahasian.

Anda memahami dan menyetujui bahwa pengungkapan yang tidak sah atas penggunaan informasi rahasia ini akan menyebabkan kerugian, kerusakan yang diakibatkan oleh tindakan tersebut dan kami berhak untuk memperoleh penggantian rugi tersebut secara penuh.

Anda akan memberikan kembali dan / atau menghancurkan semua informasi rahasia atas permintaan tertulis dari kami.

Baik perusahaan kami maupun perusahaan anda tidak akan mengungkapkan informasi apapun atau membuat pengumuman apapun yang berkaitan dengan dokumen ini tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari antara pihak kecuali seperti yang dipersyaratkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku atau diminta oleh otoritas hukum yang berwenang. Dokumen ini juga berisi istilah indikatif untuk tujuan diskusi saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan satu-satunya dasar bagi evaluasi dari model / investasi yang kami usulkan.

PT Schroder Investment Management Indonesia

Gedung BEI Tower 1 Lantai 30

Jl Jend Sudirman Kav 52-53

Jakarta 12190, Indonesia

PT Schroder Investment Management Indonesia (PT SIMI) telah memperoleh izin sebagai Manajer Investasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan dalam melakukan kegiatan usahanya diawasi oleh OJK.