Tips

Mengubah cara pandang kita mengenai investasi

17/07/2016

Saya sudah berkecimpung di dunia keuangan selama lebih dari satu setengah dekade, mulai sebagai akademisi selama lebih dari setengah dekade dan kemudian menghabiskan hampir satu dekade terakhir di industri pasar modal dan manajemen investasi. Selama waktu ini, saya sering bertemu dengan pribadi-pribadi yang meminta tips mengenai saham atau jenis reksadana, baik tips mengenai saham tertentu, serangkaian obligasi ataupun suatu jenis reksadana yang merupakan investasi yang menarik. Permasalahannya disini adalah, bahkan sebelum menentukan apakah suatu instrumen keuangan merupakan investasi yang sesuai, seorang investor pribadi harus pertama-tama menentukan profil risiko yang mereka miliki untuk menentukan model portofolio yang sesuai untuk mereka. Singkatnya, apabila investor pribadi langsung mendapatkan informasi mengenai tips saham atau kemenarikan suatu instrumen keuangan tertentu, para investor ini memulai dari titik yang salah.

Apakah kriteria anda?

Bayangkan apabila anda baru saja pindah ke suatu kota baru dan anda menemui seseorang dan pertanyaan pertama anda adalah saya seharusnya membeli properti di area XYZ? Pribadi tersebut mungkin akan menjawab “tergantung...” Hal tersebut tergantung pada apakah anda menginginkan sebuah rumah atau sebuah apartemen, apakah anda akan membangun atau membeli properti yang sudah jadi, apakah anda menginginkan properti di area mahal, sedang atau rendah, apakah anda menginginkan adanya sekolah yang bagus di sekitarnya, apakah anda bekerja di sekitar area tersebut... dan seterusnya. Hal ini sama dengan upaya menentukan profil risiko anda. Apabila anda memutuskan untuk membangun rumah, anda akan mempekerjakan arsitek untuk menggambar denah sebelum anda melibatkan kontraktor. Hal ini sama dengan membangun model portofolio berdasarkan pada profil risiko untuk investasi anda.

Menanyakan seseorang mengenai kemenarikan suatu instrumen keuangan tertentu tanpa pertama-tama mengevaluasi profil risiko anda dan membentuk model portofolio anda sama seperti pergi ke kota baru, dan mengabaikan seluruh faktor di atas yang seharusnya anda tentukan lebih dahulu, membayar uang muka untuk properti secara langsung dan melibatkan kontraktor untuk membangun rumah di atasnya, bahkan tanpa denah apapun. Segera setelahnya, anda mungkin mendapati properti anda terletak di lokasi yang tidak strategis dari tempat kerja anda dan sepenuhnya tidak terhubung dengan jalur transportasi umum – sementara anda sebenarnya berencana untuk menggunakan tranportasi umum. Karena anda membangun rumah tanpa denah, setelah penyelesaian pembangunan, anda mungkin mendapati bahwa rumah anda memiliki kamar mandi yang terletak di garasi. Yang lebih parah lagi adalah, ketika anda menyadari seluruh masalah dan kesalahan ini, anda telah menghabiskan seluruh anggaran anda dan tidak dapat mengganti properti anda, atau melakukan renovasi.

Menemukan kesesuaian

Tentu, contoh di atas mungkin terkesan sedikit terlalu ekstrim. Namun, menurut pengalaman saya, banyak pribadi yang mendapati diri mereka memiliki sejumlah besar dana untuk berinvestasi, menjadi sedikit terlalu tergesa-gesa dan langsung membelanjakan dana tersebut untuk beberapa instrumen keuangan. Mohon diingat bahwa di sini kita tidak berbicara mengenai daftar belanja untuk sepasang sepatu olahraga terkini namun investasi untuk masa depan anda. Sehingga, sangat tidak bijaksana untuk membuat keputusan tergesa-gesa. Kebanyakan orang, melakukan kesalahan ketika mereka mulai berinvestasi dengan pertama-tama mencari produk keuangan yang dapat mereka gunakan di mana seharusnya mereka melihat ke dalam, pada kondisi dan target mereka sendiri untuk menentukan profil risiko mereka dan membentuk model portofolio mereka. Setelah anda memiliki model, anda dapat mulai memilih instrumen keuangan sesuai dengan kategori dalam model portofolio anda.

Sebelum anda memulai investasi, renungkan dan petakan kondisi anda. Berapakah umur anda? Apakah anda sudah menikah atau masih bujangan? Apakah anda memiliki anak? Berapa umur mereka? Berapa banyak tanggungan anda? Apakah anda sudah pernah memiliki properti dan apakah sudah lunas atau masih dikenakan pembayaran cicilan pinjaman? Apakah anda memiliki pendapatan pasif? Bagaimana struktur kompensasi pada pendapatan anda? Apakah anda memiliki rencana untuk membeli sesuatu yang bernilai besar seperti mobil dalam waktu dekat? Apakah anda memiliki perlindungan seperti asuransi dan seterusnya? Daftar masih banyak diteruskan.

Portofolio dengan konsentrasi lebih tinggi pada ekuitas atau reksa dana ekuitas, karena memiliki asosiasi terhadap risiko yang lebih tinggi, mungkin lebih cocok untuk investor yang berusia muda daripada mereka yang mendekati usia pensiun. Sebaliknya, mayoritas kepemilikan pada investasi penghasil pendapatan, seperti properti yang disewakan, reksa dana pendapatan tetap dan deposito bank mungkin lebih cocok untuk mereka yang mendekati usia pensiun. Pribadi dengan kemungkinan lebih tinggi untuk melakukan pengeluaran besar dalam dua tahun kedepan harus menyimpan lebih banyak uang tunai atau investasi yang lebih cair dengan volatilitas yang lebih rendah dalam portofolio mereka.

Bahkan metode investasipun  dapat berbeda untuk masing-masing pribadi tergantung struktur penghasilan mereka. Untuk pribadi yang memiliki gaji tetap lebih tinggi mungkin lebih cocok untuk berpartisipasi dalam rencana cicilan bulanan untuk investasi mereka. Namun, untuk pribadi dengan pendapatan yang kurang stabil, yaitu mereka yang memiliki pendapatan dengan komposisi bonus dan komisi penjualan yang lebih tinggi mungkin kurang cocok untuk melakukan rencana cicilan bulanan. Pribadi-pribadi ini perlu untuk lebih disiplin dan mengesampingkan sebagian dari pendapatan mereka untuk investasi setelah menerima bonus tunai. Oleh karena itu, pribadi-pribadi ini mungkin lebih cocok untuk investasi yang memiliki volatilitas lebih rendah karena terdapat risiko yang lebih tinggi untuk mereka apabila tiba-tiba memiliki kebutuhan untuk mencairkan investasi mereka untuk biaya hidup pada saat periode pendapatan rendah.

Kesimpulan

Oleh karena itu, kesimpulannya adalah, tidak ada model investasi yang cocok untuk setiap orang. Setiap pribadi adalah unik, dengan kebutuhkan dan kondisi unik mereka masing-masing. Dengan demikian, ketika seseorang mulai berinvestasi, daripada langsung mencari investasi yang sesuai, lebih baik untuk meninjau kebutuhan dan kondisi anda sendiri terlebih dahulu.

Lalu, sesuai dengan kebutuhan dan profil risiko yang telah diidentifikasi, serta tujuan investasi, pribadi tersebut harus membuat model portofolio yang sesuai sebelum memulai mencari instrument keuangan yang sesuai untuk memenuhi setiap bagian dalam model portfolio yang dibuat. Untuk melalui seluruh proses, hal yang terbaik untuk dilakukan oleh para pemula adalah mencari pertolongan dari profesional yang merupakan konsultan investasi dari bank mereka atau perencana keuangan profesional. Namun pastikan anda menemukan profesional yang membantu anda meraih tujuan keuangan anda, dan bukan hanya berusaha menjual produk kepada anda.

 Download

Informasi penting:

Pandangan dan opini yang terdapat didalam adalah pendapat dari Teddy Oetomo, Head of Intermediary Schroders Indonesia, dan belum tentu mewakili pandangan yang diungkapkan atau mencerminkan pendapat dari PT Schroder Investment Management Indonesia ("Schroders Indonesia"). Materi ini tidak dimaksudkan untuk memberikan, dan tidak boleh diandalkan sebagai rekomendasi akuntansi, nasihat hukum atau pajak, atau investasi. Informasi di sini diyakini kebenarannya akan tetapi Schroders Indonesia tidak menjamin kelengkapan atau akurasinya. Hal ini tidak mengesampingkan atau membatasi setiap tugas atau kewajiban yang Schroders Indonesia miliki terhadap nasabah kami yang diatur oleh Undang-Undang dan Peraturan di Indonesia. " PT Schroder Investment Management Indonesia (PT SIMI) telah memperoleh izin sebagai Manajer Investasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan dalam melakukan kegiatan usahanya diawasi oleh OJK.