Highlight Monthly Commentary - Januari 2021

MAKROEKONOMI

Inflasi di bulan Januari dicatatkan di angka 1,55% YoY sedangkan inflasi bulanan adalah sebesar 0,26% MoM didorong oleh inflasi makanan, sementara sektor transportasi mengalami deflasi. Neraca perdagangan di bulan Desember tetap positif, berada di posisi USD 1 miliar dengan pertumbuhan ekspor positif disumbang oleh menguatnya harga CPO dan batubara. Defisit anggaran (unaudited) tercatat di angka 6,09% dari GDP untuk FY2020, sedikit di bawah target pemerintah. Cadangan valas naik ke angka USD 135,9 miliar di Desember, sementara Bank Indonesia tetap mempertahankan suku bunga acuan di level 3,75% di Januari. BKPM melaporkan selama FY2020, FDI tumbuh sebesar 1,6% YoY, angka pertumbuhan positif pertama sejak 2017.

SAHAM

Pasar saham global memberikan kinerja beragam di Januari 2021 dengan seluruh wilayah mengindikasikan kekhawatiran akan penyebaran varian baru Covid-19 yang ditemukan di Afrika Selatan dan Inggris. Pembatasan perjalanan terlah mulai diberlalukan dan mempengaruhi berbagai negara yang memiliki kasus varian baru virus corona. Baik the Fed maupun ECB mengindikasikan bahwa mereka akan mempertahankan kebijakan moenter akomodatif untuk saat ini karena pandemi yang terjadi. Democratic Sweep yang terjadi di Amerika Serikat seharusnya menghilangkan risiko akan hambatan dalam pembuatan kebijakan di bawah kepemimpinan Presiden Biden.

IHSG memulai awal tahun dengan kinerja negatif yaitu -2,0% MoM di bulan Januari. Namun demikian, investor asing mencatatkan inflow sebesar USD777 juta di bulan tersebut. Awalnya pasar mengalami rally didorong oleh kemajuan lebih lanjut dari peluncuran program vaksinasi pemerintah serta hasil Democratic Sweep pada pemilu AS. Pasar berbalik arah ketika investor ritel mulai melakukan aksi jual dan melakukan aksi ambil untung yang menyebabkan penurunan pasar di paruh kedua bulan Januari.

OBLIGASI

Obligasi mencatatkan kinerja negatif di Januari, dimana yield Obligasi Pemerintah 10 tahun naik dari 5,89% ke 6,20%. Pasar obligasi membukukan inflow asing sebesar USD 685 juta di bulan Januari. Pasar obligasi tertekan oleh aksi ambil untung, meningkatnya kasus COVID-19 global, serta kenaikan suku bunga AS yang kembali di atas 1%. Permintaan lelang yang melambat di paruh kedua bulan ini juga mendorong kenaikan yield. Sementara itu, yield US Treasury naik menjadi 1,06% sementara yield INDON31 ditutup pada 2,05%.

 

Disclaimer

INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO. CALON PEMODAL WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS SEBELUM MEMUTUSKAN UNTUK BERINVESTASI MELALUI REKSA DANA. KINERJA MASA LALU TIDAK MENCERMINKAN KINERJA MASA DATANG.

Pandangan dan pendapat yang terkandung di sini adalah pendapat penulis di halaman ini, dan mungkin tidak serta merta mewakili pandangan yang diungkapkan atau tercermin dalam komunikasi, strategi atau produk Schroders lainnya. Materi ini dimaksudkan untuk tujuan informasi saja dan tidak dimaksudkan sebagai bahan promosi dalam hal apapun. Materi ini tidak dimaksudkan sebagai penawaran atau ajakan untuk pembelian atau penjualan instrumen keuangan apa pun. Hal ini tidak dimaksudkan untuk menyediakan dan tidak boleh diandalkan untuk saran akuntansi, hukum atau pajak, atau rekomendasi investasi. Ketergantungan tidak boleh ditempatkan pada pandangan dan informasi dalam dokumen ini saat mengambil keputusan investasi dan/atau strategi individual. Kinerja masa lalu bukanlah indikator yang dapat diandalkan untuk hasil masa depan. Nilai investasi bisa turun dan naik dan tidak dijamin. Semua investasi mengandung risiko termasuk risiko kemungkinan kehilangan nilai awal investasi. Informasi disini dipercaya bisa diandalkan namun Schroders tidak menjamin kelengkapan atau keakuratannya. Beberapa informasi yang dikutip diperoleh dari sumber ekternal yang menurut kami bisa diandalkan. Tidak ada tanggung jawab yang bisa diterima karena kesalahan fakta yang didapat dari pihak ketiga, dan data ini bisa berubah dengan kondisi pasar. Ini tidak mengecualikan kewajiban atau kewajiban apa pun yang dimiliki Schroders kepada pelanggannya di bawah sistem peraturan yang berlaku.  Kawasan/sektor hanya ditampilkan untuk ilustrasi dan tidak boleh dipandang sebagai rekomendasi untuk membeli/menjual. Pendapat dalam materi ini mencakup beberapa pandangan yang diperkirakan. Kami percaya bahwa kami mendasarkan harapan dan keyakinan kami pada asumsi yang masuk akal dalam batasan dari apa yang saat ini kami ketahui. Namun, tidak ada jaminan dari perkiraan atau opini apapun akan direalisasikan. Pandangan dan pendapat ini mungkin berubah. PT Schroder Investment Management Indonesia, Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 1, Lantai 30, Jl Jend Sudirman Kav 52-53, Jakarta 12190, Indonesia. PT Schroder Investment Management Indonesia telah menerima izin manajer investasi dari, dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan Indonesia (OJK).