Highlight Monthly Commentary - Agustus 2021

MAKROEKONOMI

Inflasi Agustus berada pada level 1,59% YoY dimana secara bulanan inflasi tercatat sebesar 0,03% MoM didorong oleh inflasi yang terkait dengan pendidikan. Neraca perdagangan di bulan Juli tetap positif di angka USD 2,6 miliar karena pertumbuhan impor yang lebih lambat. Defisit anggaran mencapai 2,04% dari PDB per Juli. Cadangan devisa naik menjadi USD137,3 miliar di bulan Juli dan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuannya di level 3,50% selama bulan tersebut.

SAHAM

IHSG membukukan kinerja positif di bulan Agustus sebesar 1,3% MoM. Investor asing membukukan inflow sebesar Rp 4,5 trilliun di bulan tersebut. Pasar dimulai dengan kuat didukung oleh excitement akan listingnya Bukalapak, tech unicorn pertama yang melantai di bursa saham Indonesia. Namun, aksi jual investor retail di sektor teknologi dan kekhawatiran akan potensi tapering the Fed menyebabkan pasar manjadi berfluktuasi pada pertengahan bulan. Indonesia mencatatkan pertumbuhan PDB kuartal II 2021 yang kuat sebesar 7,07% YoY sementara kondisi Covid-19 juga terus membaik di Indonesia yang memberikan sentimen positif untuk pasar saham.

Pasar saham global membukukan kinerja yang beragam di bulan Agustus. Pasar AS mencatat kinerja positif meskipun ada kekhawatiran terhadap varian Delta dan potensi tapering oleh the Fed. Eropa terus membukukan kinerja positif karena pembukaan kembali ekonomi dan vaksinasi yang berjalan dengan baik di wilayah tersebut. Pasar Asia melaporkan kinerja beragam karena penyebaran varian Delta di wilayah tersebut sementara PMI melemah di seluruh wilayah.

OBLIGASI

Kinerja pasar obligasi positif di bulan Agustus dimana yield obligasi pemerintah 10 tahun turun dari 6,29% menjadi 6,06%. Asing membukukan inflow sebesar Rp 15 triliun di bulan Agustus. Membaiknya kondisi Covid-19 di Indonesia dan turunnya pajak atas pembayaran kupon membantu menarik lebih banyak minat asing ke IndoGB. Selain itu, RAPBN 2022 juga positif bagi pasar obligasi karena bertujuan menekan defisit anggaran ke bawah 3% pada tahun 2023. Sementara itu, yield US Treasury naik menjadi 1,31% sementara yield INDON31 ditutup pada level 2,13%.

Disclaimer

INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO. CALON PEMODAL WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS SEBELUM MEMUTUSKAN UNTUK BERINVESTASI MELALUI REKSA DANA. KINERJA MASA LALU TIDAK MENCERMINKAN KINERJA MASA DATANG.

Pandangan dan pendapat yang terkandung di sini adalah pendapat penulis di halaman ini, dan mungkin tidak serta merta mewakili pandangan yang diungkapkan atau tercermin dalam komunikasi, strategi atau produk Schroders lainnya. Materi ini dimaksudkan untuk tujuan informasi saja dan tidak dimaksudkan sebagai bahan promosi dalam hal apapun. Materi ini tidak dimaksudkan sebagai penawaran atau ajakan untuk pembelian atau penjualan instrumen keuangan apa pun. Hal ini tidak dimaksudkan untuk menyediakan dan tidak boleh diandalkan untuk saran akuntansi, hukum atau pajak, atau rekomendasi investasi. Ketergantungan tidak boleh ditempatkan pada pandangan dan informasi dalam dokumen ini saat mengambil keputusan investasi dan/atau strategi individual. Kinerja masa lalu bukanlah indikator yang dapat diandalkan untuk hasil masa depan. Nilai investasi bisa turun dan naik dan tidak dijamin. Semua investasi mengandung risiko termasuk risiko kemungkinan kehilangan nilai awal investasi. Informasi disini dipercaya bisa diandalkan namun Schroders tidak menjamin kelengkapan atau keakuratannya. Beberapa informasi yang dikutip diperoleh dari sumber ekternal yang menurut kami bisa diandalkan. Tidak ada tanggung jawab yang bisa diterima karena kesalahan fakta yang didapat dari pihak ketiga, dan data ini bisa berubah dengan kondisi pasar. Ini tidak mengecualikan kewajiban atau kewajiban apa pun yang dimiliki Schroders kepada pelanggannya di bawah sistem peraturan yang berlaku.  Kawasan/sektor hanya ditampilkan untuk ilustrasi dan tidak boleh dipandang sebagai rekomendasi untuk membeli/menjual. Pendapat dalam materi ini mencakup beberapa pandangan yang diperkirakan. Kami percaya bahwa kami mendasarkan harapan dan keyakinan kami pada asumsi yang masuk akal dalam batasan dari apa yang saat ini kami ketahui. Namun, tidak ada jaminan dari perkiraan atau opini apapun akan direalisasikan. Pandangan dan pendapat ini mungkin berubah. PT Schroder Investment Management Indonesia, Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 1, Lantai 30, Jl Jend Sudirman Kav 52-53, Jakarta 12190, Indonesia. PT Schroder Investment Management Indonesia telah menerima izin manajer investasi dari, dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan Indonesia (OJK).