Highlight Monthly Commentary - Juni 2021

MAKROEKONOMI

Inflasi di bulan Juni tercatat sebesar 1,33% YoY dimana inflasi secara bulanan tercatat sebesar -0,16% MoM, menyiratkan deflasi, karena high base effect pada inflasi makanan pasca musim Lebaran. Neraca perdagangan di bulan Mei tetap positif pada angka USD 2,4 miliar didorong oleh kuatnya ekspor komoditas. Defisit anggaran mencapai 1,32% dari PDB per Mei. Cadangan devisa naik menjadi USD137,1 miliar di bulan Juni sementara Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuannya di level 3,50% selama bulan tersebut.

SAHAM

IHSG tetap volatile di bulan Juni dengan kinerja flattish sebesar 0,6% MoM. Investor asing membukukan inflow sebesar USD344 juta. Pasar mengalami tekanan akibat pernyataan hawkish The Fed setelah AS merilis data inflasi di bulan Mei di level sekitar 5%. Sementara itu, kenaikan kasus COVID-19 di Indonesia dengan rekor baru juga menimbulkan volatilitas. Meski demikian, investor asing tetap membukukan inflow, sementara investor ritel juga kembali masuk ke pasar saham dan mendukung indeks.

Pasar saham global membukukan kinerja yang beragam di bulan Mei. Pasar AS sebagian besar mencatat kinerja positif  yang didukung data pasar yang membaik serta tercapainya kesepakatan antara Presiden Biden dengan para senator bipartisan mengenai stimulus infrastruktur sebesar USD579 miliar. Eropa juga membukukan kinerja positif dengan dibukanya kembali ekonomi dan vaksinasi di Uni Eropa  yang mengalami kemajuan pesat. Pasar Asia berada di bawah tekanan karena gelombang baru COVID-19 yang mendorong pembatasan mobilitas yang lebih ketat di banyak negara di kawasan ini.

OBLIGASI

Kinerja pasar obligasi negatif di bulan Juni dimana yield obligasi pemerintah tenor10-tahun naik dari 6,43% menjadi 6,56%. Pasar obligasi mencatat inflow asing sebesar USD1,3 miliar di bulan Juni. Kami terus melihat inflow asing dan peningkatan permintaan dalam lelang di bulan tersebut. Namun, gelombang baru COVID-19 di Indonesia menyebabkan tekanan ke pasar seiring dengan pernyataan hawkish The Fed baru-baru ini. Sementara itu, yield US Treasury turun ke level 1,47% sedangkan yield INDON31 ditutup pada level 2,08%.

 

Disclaimer

INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO. CALON PEMODAL WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS SEBELUM MEMUTUSKAN UNTUK BERINVESTASI MELALUI REKSA DANA. KINERJA MASA LALU TIDAK MENCERMINKAN KINERJA MASA DATANG.

Pandangan dan pendapat yang terkandung di sini adalah pendapat penulis di halaman ini, dan mungkin tidak serta merta mewakili pandangan yang diungkapkan atau tercermin dalam komunikasi, strategi atau produk Schroders lainnya. Materi ini dimaksudkan untuk tujuan informasi saja dan tidak dimaksudkan sebagai bahan promosi dalam hal apapun. Materi ini tidak dimaksudkan sebagai penawaran atau ajakan untuk pembelian atau penjualan instrumen keuangan apa pun. Hal ini tidak dimaksudkan untuk menyediakan dan tidak boleh diandalkan untuk saran akuntansi, hukum atau pajak, atau rekomendasi investasi. Ketergantungan tidak boleh ditempatkan pada pandangan dan informasi dalam dokumen ini saat mengambil keputusan investasi dan/atau strategi individual. Kinerja masa lalu bukanlah indikator yang dapat diandalkan untuk hasil masa depan. Nilai investasi bisa turun dan naik dan tidak dijamin. Semua investasi mengandung risiko termasuk risiko kemungkinan kehilangan nilai awal investasi. Informasi disini dipercaya bisa diandalkan namun Schroders tidak menjamin kelengkapan atau keakuratannya. Beberapa informasi yang dikutip diperoleh dari sumber ekternal yang menurut kami bisa diandalkan. Tidak ada tanggung jawab yang bisa diterima karena kesalahan fakta yang didapat dari pihak ketiga, dan data ini bisa berubah dengan kondisi pasar. Ini tidak mengecualikan kewajiban atau kewajiban apa pun yang dimiliki Schroders kepada pelanggannya di bawah sistem peraturan yang berlaku.  Kawasan/sektor hanya ditampilkan untuk ilustrasi dan tidak boleh dipandang sebagai rekomendasi untuk membeli/menjual. Pendapat dalam materi ini mencakup beberapa pandangan yang diperkirakan. Kami percaya bahwa kami mendasarkan harapan dan keyakinan kami pada asumsi yang masuk akal dalam batasan dari apa yang saat ini kami ketahui. Namun, tidak ada jaminan dari perkiraan atau opini apapun akan direalisasikan. Pandangan dan pendapat ini mungkin berubah. PT Schroder Investment Management Indonesia, Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 1, Lantai 30, Jl Jend Sudirman Kav 52-53, Jakarta 12190, Indonesia. PT Schroder Investment Management Indonesia telah menerima izin manajer investasi dari, dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan Indonesia (OJK).