Highlight Monthly Commentary - Mei 2022

MAKROEKONOMI

PDB 1Q22 Indonesia tercatat di 5,01%YoY. Konsumsi rumah tangga meningkat sebesar 4,3%YoY vs 3,6%YoY di 4Q21 meskipun terjadi gelombang omicron di 1Q22. Fiskal Indonesia di 4M22 mencatatkan surplus sebesar Rp103,1 triliun (0,58% dari PDB) dan mengalami percepatan dibandingkan dengan surplus Rp10,3 triliun pada 3M22. BoP 1Q22 Indonesia mencatatkan defisit sebesar USD 1,8 miliar vs defisit  sebesar USD 0,8 miliar di 4Q21. BI mempertahankan kebijakan suku bunga di level 3,5%. Bank sentral akan menaikkan Reserve Requirement Ratio (RRR) sebesar 100bps menjadi 6% pada Juni 2022, masing-masing 150bps pada Juli dan September 2022 menjadi 9%.

SAHAM

IHSG turun 1,1% dalam satu bulan terakhir dengan net foreign sell sekitar Rp 3,5 triliun. Indeks terkoreksi dalam pasca libur Lebaran akibat tekanan asing. Kekhawatiran global terhadap pengetatan oleh bank sentral, inflasi yang tetap tinggi dan naiknya ketegangan politik global memicu investor untuk melakukan aksi ambil untung di pasar Indonesia. Pasar perlahan pulih dan memangkas kerugiannya karena data makro Indonesia tetap solid, tidak ada lonjakan kasus covid dan larangan ekspor CPO dicabut. Indeks berkinerja terbaik adalah IDXTransportation (+21,8%) ditopang oleh aktivitas ekonomi yang mulai pulih dan mobilitas lebih tinggi. IDXEnergy membukukan kinerja yang solid (+8,1%) didorong oleh harga batu bara yang tinggi di tengah ketegangan geopolitik.

Indeks global ditutup bervariasi dengan pasar negara-negara barat mengkhawatirkan inflasi sementara pasar China waspada pada pertumbuhan yang melambat karena covid. Harga energi yang tinggi dan biaya karyawan telah memukul corporate earnings. Harga minyak naik karena UE sedang mempersiapkan rencana larangan minyak Rusia.

Kami tetap positif terhadap saham karena fundamental reform and recovery story tetap baik. Namun, kami berhati-hati dalam jangka pendek karena risiko ketegangan Ukraina-Rusia dan potensi kenaikan inflasi di Indonesia. Sanksi tambahan apa pun terhadap Rusia dapat menambah tekanan inflasi global dan risiko untuk menghambat pertumbuhan. Kasus Covid di Indonesia saat ini lebih tertangani dengan tingkat rawat inap dan kematian yang lebih rendah dibandingkan saat wabah Delta.

OBLIGASI

Yield obligasi pemerintah Indonesia 10 tahun naik 5bps menjadi 7,04% dibandingkan bulan sebelumnya. Sebagai perbandingan, US treasury note 10-tahun AS turun 8,1bps menjadi 2,853%. Yield US treasury turun setelah data inflasi diumumkan; pasar melihat bahwa inflasi memuncak meskipun lebih tinggi dari ekspektasi. Risalah Fed menunjukkan bahwa para pejabat berencana untuk menaikkan suku bunga masing-masing 50bps dalam beberapa pertemuan berikutnya. Berdasarkan data aliran obligasi DMO per 27 Mei, kepemilikan asing tercatat sebesar 16,5% dari outstanding dan outflow sebesar Rp100,1 triliun YTD. Imbal hasil obligasi Indonesia 10 years USD global sebesar 3,92%. IDR sedikit melemah ke 14.581.

Inflasi yang lebih tinggi dan kenaikan suku bunga akan menekan pasar obligasi. Selain itu, ketegangan di Ukraina saat ini dapat mendorong harga komoditas dan inflasi. Menurut kami investor lokal akan menjadi pendukung utama IndoGB dalam waktu dekat, sementara investor asing akan berada dalam mode defensive karena risiko inflasi tetap ada.

 

Disclaimer

INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO. CALON PEMODAL WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS SEBELUM MEMUTUSKAN UNTUK BERINVESTASI MELALUI REKSA DANA. KINERJA MASA LALU TIDAK MENCERMINKAN KINERJA MASA DATANG.

Pandangan dan pendapat yang terkandung di sini adalah pendapat penulis di halaman ini, dan mungkin tidak serta merta mewakili pandangan yang diungkapkan atau tercermin dalam komunikasi, strategi atau produk Schroders lainnya. Materi ini dimaksudkan untuk tujuan informasi saja dan tidak dimaksudkan sebagai bahan promosi dalam hal apapun. Materi ini tidak dimaksudkan sebagai penawaran atau ajakan untuk pembelian atau penjualan instrumen keuangan apa pun. Hal ini tidak dimaksudkan untuk menyediakan dan tidak boleh diandalkan untuk saran akuntansi, hukum atau pajak, atau rekomendasi investasi. Ketergantungan tidak boleh ditempatkan pada pandangan dan informasi dalam dokumen ini saat mengambil keputusan investasi dan/atau strategi individual. Kinerja masa lalu bukanlah indikator yang dapat diandalkan untuk hasil masa depan. Nilai investasi bisa turun dan naik dan tidak dijamin. Semua investasi mengandung risiko termasuk risiko kemungkinan kehilangan nilai awal investasi. Informasi disini dipercaya bisa diandalkan namun Schroders tidak menjamin kelengkapan atau keakuratannya. Beberapa informasi yang dikutip diperoleh dari sumber ekternal yang menurut kami bisa diandalkan. Tidak ada tanggung jawab yang bisa diterima karena kesalahan fakta yang didapat dari pihak ketiga, dan data ini bisa berubah dengan kondisi pasar. Ini tidak mengecualikan kewajiban atau kewajiban apa pun yang dimiliki Schroders kepada pelanggannya di bawah sistem peraturan yang berlaku.  Kawasan/sektor hanya ditampilkan untuk ilustrasi dan tidak boleh dipandang sebagai rekomendasi untuk membeli/menjual. Pendapat dalam materi ini mencakup beberapa pandangan yang diperkirakan. Kami percaya bahwa kami mendasarkan harapan dan keyakinan kami pada asumsi yang masuk akal dalam batasan dari apa yang saat ini kami ketahui. Namun, tidak ada jaminan dari perkiraan atau opini apapun akan direalisasikan. Pandangan dan pendapat ini mungkin berubah. PT Schroder Investment Management Indonesia, Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 1, Lantai 30, Jl Jend Sudirman Kav 52-53, Jakarta 12190, Indonesia. PT Schroder Investment Management Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan Indonesia (OJK).