Highlight Monthly Commentary - Agustus 2020

MAKROEKONOMI

Inflasi di bulan Agustus terus mengalami penurunan dan berada di level 1,32% YoY karena inflasi  pada makanan dan transportasi terus menunjukkan tren deflasi selama bulan Agustus.

Neraca perdagangan di bulan Juli tetap positif pada USD3,3 miliar  karena impor turun lebih dalam  daripada  ekspor. Defisit anggaran  hingga Juli tercatat 2,01% dari PDB, masih dibawah target karena lambatnya belanja.

Kementerian Keuangan merilis rancangan APBN 2021 yang mengasumsikan defisit anggaran 5,5% pada tahun 2021 dengan pertumbuhan PDB sebesar 4,5-5,5% YoY.

Cadangan devisa naik menjadi USD135.1 milyar di bulan Juli sementara Bank Indonesia mempertahankan 7DRRR di level 4,00% di bulan Agustus.

Defisit Neraca pembayaran 2Q20 mengalami surplus USD9,2 miliar karena strong capital account and  positive current account . Oleh sebab itu, CAD 2Q20 dibukukan sebesar 1,2% dari PDB.

Stimulus untuk program pemulihan ekonomi  tahun 2021 dianggarkan sebesar Rp357  trilliun dengan fokus utama tetap pada  jaringan pengaman sosial dan belanja sektoral.

 

SAHAM

IHSG ditutup sedikit positif di bulan Agustus dengan kinerja sebesar 1.7% MoM. Pasar masih didukung oleh investor lokal dengan investor asing yang masih membukukan outflow sebesar USD581 juta di bulan Agustus.  Likuiditas yang melimpah dan harapan terhadap stimulus fiskal terus mendukung pasar saham selama bulan tersebut.  Sementara itu, kekhawatiran akan intervensi dari pemerintah di sektor perbankan tampaknya telah mereda dan investor mendapatkan kembali kepercayaan di sektor tersebut yang mendorong pasar secara  keseluruhan. Di sisi lain, ketegangan antara AS dan China terus memanas dan menimbulkan  kekhawatiran di pasar global.

Pasar saham secara global terus membukukan keuntungan di bulan Agustus. Terlepas dari latar belakang makro dan meningkatnya kasus COVID-19, pasar AS tetap memimpin dengan kinerja YTD tertinggi  sepanjang masa yang didukung oleh kenaikan saham  teknologi. Sementara itu, pasar Asia dan Eropa masih didorong oleh harapan akan vaksin COVID-19 dan likuiditas yang cukup serta pandangan Fed yang dovish. Bank sentral AS menyatakan akan mempertahankan kebijakan suku bunga rendah dan memperkenalkan kerangka kerja agar  inflasi tetap berada di atas 2%. Pemilu AS mendatang menjadi fokus investor global  karena kedua kandidat akan memulai debatnya bulan ini.

 

OBLIGASI

Imbal hasil Pendapatan Tetap tidak berubah di bulan Agustus karena imbal hasil obligasi pemerintah bertenor 10 tahun naik tipis dari 6,8% menjadi 6,9%. Pasar obligasi juga membukukan arus keluar  asing sebesar USD144 juta di bulan Agustus. Meskipun pertumbuhan PDB 2Q20 lemah, pasar obligasi masih didukung oleh DXY yang lemah dan inflasi yang rendah. Lembaga pemeringkat kredit, Fitch, juga mempertahankan peringkat kredit pemerintah Indonesia di BBB. CAD keluar lebih rendah dari yang diharapkan yaitu   pada level 1,2% dari PDB di 2Q20.  Namun, RAPBN 2021 menunjukkan defisit anggaran sebesar 5,5% pada tahun 2021  tetapi belum  merinci skema pembiayaannya. Sementara itu, imbal hasil US Treasury naik menjadi 0,71% sedangkan imbal hasil INDON30 ditutup pada 2,21%.

 

Disclaimer

INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO. CALON PEMODAL WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS SEBELUM MEMUTUSKAN UNTUK BERINVESTASI MELALUI REKSA DANA. KINERJA MASA LALU TIDAK MENCERMINKAN KINERJA MASA DATANG.

Pandangan dan pendapat yang terkandung di sini adalah pendapat penulis di halaman ini, dan mungkin tidak serta merta mewakili pandangan yang diungkapkan atau tercermin dalam komunikasi, strategi atau produk Schroders lainnya. Materi ini dimaksudkan untuk tujuan informasi saja dan tidak dimaksudkan sebagai bahan promosi dalam hal apapun. Materi ini tidak dimaksudkan sebagai penawaran atau ajakan untuk pembelian atau penjualan instrumen keuangan apa pun. Hal ini tidak dimaksudkan untuk menyediakan dan tidak boleh diandalkan untuk saran akuntansi, hukum atau pajak, atau rekomendasi investasi. Ketergantungan tidak boleh ditempatkan pada pandangan dan informasi dalam dokumen ini saat mengambil keputusan investasi dan/atau strategi individual. Kinerja masa lalu bukanlah indikator yang dapat diandalkan untuk hasil masa depan. Nilai investasi bisa turun dan naik dan tidak dijamin. Semua investasi mengandung risiko termasuk risiko kemungkinan kehilangan nilai awal investasi. Informasi disini dipercaya bisa diandalkan namun Schroders tidak menjamin kelengkapan atau keakuratannya. Beberapa informasi yang dikutip diperoleh dari sumber ekternal yang menurut kami bisa diandalkan. Tidak ada tanggung jawab yang bisa diterima karena kesalahan fakta yang didapat dari pihak ketiga, dan data ini bisa berubah dengan kondisi pasar. Ini tidak mengecualikan kewajiban atau kewajiban apa pun yang dimiliki Schroders kepada pelanggannya di bawah sistem peraturan yang berlaku.  Kawasan/sektor hanya ditampilkan untuk ilustrasi dan tidak boleh dipandang sebagai rekomendasi untuk membeli/menjual. Pendapat dalam materi ini mencakup beberapa pandangan yang diperkirakan. Kami percaya bahwa kami mendasarkan harapan dan keyakinan kami pada asumsi yang masuk akal dalam batasan dari apa yang saat ini kami ketahui. Namun, tidak ada jaminan dari perkiraan atau opini apapun akan direalisasikan. Pandangan dan pendapat ini mungkin berubah. PT Schroder Investment Management Indonesia, Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 1, Lantai 30, Jl Jend Sudirman Kav 52-53, Jakarta 12190, Indonesia. PT Schroder Investment Management Indonesia telah menerima izin manajer investasi dari, dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan Indonesia (OJK).