Investasi Berkelanjutan di Indonesia: Dari Keterbukaan Informasi Pasar hingga Penerapan di Manajemen Investasi
Investasi berkelanjutan berkembang pesat di Indonesia, sejalan dengan momentum global dan meningkatnya kesadaran bahwa faktor lingkungan, sosial, dan tata kelola (environmental, social, and governance/ESG) semakin relevan bagi manajemen risiko, kualitas penerbit (issuer), serta kinerja jangka panjang. Meski kemajuan sering dibahas melalui sudut pandang keterbukaan informasi (disclosure) penerbit dan inisiatif bursa efek, fase pengembangan berikutnya dibentuk oleh cara manajer investasi merancang produk, membangun portofolio, melakukan engagement dengan penerbit, dan mengedukasi investor.
Permintaan investor terhadap eksposur keberlanjutan terus meningkat, didukung oleh bertambahnya partisipasi investor Milenial dan Gen Z serta institusi yang memperkuat komitmen terhadap keuangan berkelanjutan. Berdasarkan informasi dari OJK, per 11 Juli 2025 terdapat 38 produk reksa dana berbasis ESG yang dikelola oleh 24 manajer investasi, dengan total aset kelolaan (assets under management/AUM) mencapai Rp10,09 triliun.
Pada saat yang sama, persepsi investor di Indonesia—dan sering kali juga di Asia—masih dapat menafsirkan “keberlanjutan” terutama sebagai “lingkungan”. Karena itu, pertumbuhan pasar ke depan tidak hanya bergantung pada semakin banyaknya produk, tetapi juga pada pemahaman yang lebih jelas bahwa ESG lebih luas daripada isu iklim semata. ESG juga mencakup isu seperti standar ketenagakerjaan, privasi data, hasil bagi nasabah (customer outcomes), ketahanan rantai pasok, etika bisnis, efektivitas dewan (direksi/komisaris), kualitas audit, dan perlindungan pemegang saham minoritas.
Infrastruktur pasar dan pelaporan yang lebih kuat
Ekosistem keuangan berkelanjutan di Indonesia semakin didukung oleh kerangka kerja (framework) dan perangkat digital yang lebih kuat. Bursa Efek Indonesia (BEI/IDX) telah meluncurkan modul ESG Reporting di dalam sistem SPE-IDXnet (Form E020), yang bertujuan untuk meningkatkan konsistensi dan kemudahan pemanfaatan informasi keberlanjutan.
Perkembangan ini penting karena mendukung:
- Standardisasi: Penggunaan ASEAN Exchanges Common ESG Metrics meningkatkan keterbandingan data antar pasar.
- Penyelarasan kepatuhan: Mendukung pengungkapan (disclosure) yang selaras dengan ketentuan/ekspektasi keuangan berkelanjutan dan pelaporan yang berlaku di Indonesia.
- Transparansi: Data ESG yang lebih terstruktur dapat membantu investor dan manajer investasi melakukan due diligence secara lebih konsisten.
Seperti apa ESG dalam industri manajemen investasi
Bagi manajer investasi, investasi berkelanjutan semakin bergeser dari sekadar “pelaporan” (reporting) menjadi “proses” (process)—yakni bagaimana ESG tercermin dalam pengambilan keputusan investasi sehari-hari serta pengawasan portofolio. Dalam praktiknya, hal ini umumnya mencakup:
- Integrasi ESG dalam riset: Menganalisis faktor ESG bersamaan dengan metrik keuangan untuk mengidentifikasi risiko (misalnya kelemahan tata kelola atau tindakan regulator) dan peluang (misalnya pemimpin transisi serta ketahanan operasional).
- Konstruksi portofolio dan manajemen risiko: Menyusun portofolio dengan mempertimbangkan eksposur terkait ESG secara jelas, termasuk memantau kontroversi, risiko konsentrasi, dan sensitivitas sektor yang dapat terdampak oleh regulasi atau perubahan perilaku konsumen.
- Stewardship (engagement dan voting): Memanfaatkan dialog berkelanjutan dan proxy voting untuk mendorong perbaikan tata kelola, pengungkapan (disclosure), dan manajemen risiko—terutama penting ketika kualitas data belum merata.
- Kejelasan produk dan pengungkapan kepada investor: Menjelaskan secara transparan apa arti “ESG” untuk setiap reksa dana (integrasi vs tematik vs dampak), batasan yang berlaku, serta bagaimana hasil dipantau dan dilaporkan.
Di seluruh industri, ekspektasi juga meningkat agar manajer investasi menerbitkan rencana keberlanjutan serta pengungkapan yang menunjukkan akuntabilitas—mencakup tata kelola, kebijakan, implementasi, dan pelaporan. Hal ini penting bukan hanya untuk menjaga kepercayaan investor, tetapi juga untuk mengurangi risiko ESG disalahpahami semata-mata sebagai label pemasaran.
ESG lebih dari sekadar “E”: mengapa tata kelola itu penting
Salah satu tahap kedewasaan penting dalam penerapan ESG di Indonesia dan Asia adalah menegaskan kembali bahwa keberlanjutan tidak hanya soal lingkungan. Tata kelola (governance), khususnya, sering kali menentukan apakah komitmen lingkungan dan sosial benar-benar kredibel, didanai, dijalankan, dan diawasi.
Aspek tata kelola dapat mencakup kualitas dan independensi dewan komisaris dan/atau direksi, hak pemegang saham, audit dan pengendalian internal, transaksi pihak berelasi, insentif manajemen, kepatuhan terhadap regulasi, serta cara perusahaan merespons kontroversi. Faktor-faktor ini dapat bersifat material bagi ketahanan jangka panjang dan dapat memengaruhi apakah sebuah bisnis berada pada posisi yang kuat untuk menghadapi perubahan.
Pendekatan Schroders Indonesia: ESG terintegrasi dalam analisis saham
Di Schroders Indonesia, ESG diintegrasikan ke dalam analisis saham sebagai bagian dari proses investasi. Kebijakan investasi mencakup analisis ESG yang menyeluruh, dengan fokus yang terstruktur pada isu-isu yang dinilai paling relevan secara finansial.
Area utama analisis ESG meliputi:
- Tata Kelola & Manajemen (bobot 50% di Indonesia)
- Regulator & Pemerintah
- Lingkungan
- Karyawan
- Nasabah serta Pemasok
Edukasi: katalis bagi adopsi investasi berkelanjutan
Edukasi merupakan faktor pendukung yang sangat penting bagi perkembangan investasi berkelanjutan di Indonesia. Seiring bertambahnya produk ESG, manajer aset memegang peranan utama dalam menjelaskan ESG secara praktis—apa yang dimaksud dengan ESG, apa yang bukan termasuk ESG, dan bagaimana penerapannya—agar investor dapat memilih produk yang selaras dengan tujuan investasinya.
DISCLAIMER
INVESTASI DI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO. SEBELUM MEMUTUSKAN UNTUK BERINVESTASI, CALON INVESTOR HARUS MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS REKSA DANA YANG BERSANGKUTAN. KINERJA DI MASA LALU TIDAK MENJAMIN / MENGINDIKASIKAN KINERJA DI MASA DEPAN.
Pandangan dan pendapat yang dimuat dalam dokumen ini merupakan pandangan dan pendapat (para) penulis pada halaman ini dan tidak merupakan pandangan yang diungkapkan atau dicerminkan dalam komunikasi, strategi atau produk PT Schroder Investment Management Indonesia (“Perusahaan”) lainnya. Materi ini dimaksudkan hanya sebagai informasi saja dan tidak dimaksudkan sebagai materi promosi dalam aspek apa pun atau penawaran atau permohonan untuk pembelian atau penjualan instrumen keuangan apa pun, dan tidak dapat dianggap sebagai jaminan terkait dengan kinerja atau profitabilitas dari portofolio yang dikelola oleh Perusahaan. Materi ini tidak dimaksudkan untuk memberikan dan tidak dapat diandalkan sebagai nasihat terkait akuntansi, hukum atau perpajakan, atau rekomendasi investasi dan juga tidak boleh diedarkan, dipublikasikan, diperbanyak atau didistribusikan kepada pihak lain mana pun tanpa persetujuan tertulis kami terlebih dahulu. Isi dalam materi ini dan semua informasi rahasia yang terkait dengan Perusahaan harus Anda jaga kerahasiaannya secara ketat. Informasi rahasia mencakup (namun tidak terbatas pada):
• strategi investasi yang diusulkan Perusahaan, proses, pengetahuan teknis (know-how) serta rincian dari mandat investasi yang diusulkan;
• pengaturan tentang biaya dan komisi;
• informasi tentang klien Perusahaan yang lain;
• informasi pihak ketiga mana pun yang tunduk pada pembatasan kerahasiaan;
• data kepemilikan reksa dana; dan
• rincian tentang staf kami.
Informasi rahasia tidak boleh diungkapkan kepada pihak ketiga mana pun dan hanya boleh diungkapkan kepada karyawan, agen dan penasihat profesional Anda yang perlu melihat informasi tersebut untuk keperluan penilaian atas proposal. Anda harus memastikan bahwa orang-orang tersebut diberitahu tentang sifat rahasia dari informasi tersebut dan memperlakukannya dengan cara yang sesuai. Anda mengakui dan menyetujui bahwa pengungkapan atau penggunaan tanpa izin atas informasi rahasia akan mengakibatkan kerugian yang tidak tergantikan, ganti rugi tidak akan merupakan upaya hukum yang memadai dan kami akan berhak atas segala bentuk kompensasi yang adil. Anda harus mengembalikan dan/atau memusnahkan semua informasi rahasia berdasarkan permintaan tertulis kami. Anda tidak boleh mengungkapkan informasi apa pun atau membuat pengumuman apa pun yang terkait dengan materi ini atau pokok masalahnya tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari kami kecuali sebagaimana diwajibkan berdasarkan hukum atau oleh otoritas hukum atau otoritas pengaturan mana pun. Anda sebaiknya tidak mengandalkan pandangan dan informasi dalam materi ini ketika mengambil keputusan investasi dan/atau keputusan strategis pribadi. Kinerja di masa lalu bukan suatu indikator yang dapat diandalkan tentang hasil di masa depan. Nilai dari suatu investasi dapat turun dan naik serta tidak terjamin. Semua investasi mengandung risiko termasuk risiko kemungkinan kehilangan jumlah pokok. Beberapa informasi yang dikutip dalam materi ini diperoleh dari sumber-sumber eksternal yang kami anggap dapat diandalkan. Informasi dan pendapat dalam materi ini telah disusun atau didapatkan oleh Perusahaan dari sumber-sumber yang diyakini dapat diandalkan dan beritikad baik, namun Perusahaan mungkin belum melakukan verifikasi atau uji tuntas atas keakuratan informasi tersebut dan tidak menjamin kelengkapan atau keakuratannya. Tidak ada tanggung jawab, baik langsung maupun tidak langsung, yang dapat diterima atas kesalahan dari fakta yang didapatkan dari pihak ketiga atau kelalaian atau kerugian yang diakibatkan oleh penggunaan materi ini. Data yang diungkapkan dalam materi ini dapat berubah sesuai dengan kondisi pasar. Apabila wilayah/sektor mana pun ditunjukkan dalam materi ini, data tersebut adalah hanya untuk keperluan ilustrasi semata dan tidak boleh dipandang sebagai rekomendasi untuk membeli/menjual. Kami percaya bahwa kami mendasarkan ekspektasi dan keyakinan kami pada asumsi-asumsi yang wajar dalam batasan dari apa yang saat ini kami ketahui dan mencakup beberapa prakiraan. Akan tetapi, tidak ada jaminan bahwa prakiraan atau pendapat mana pun yang diungkapkan dalam materi ini akan terealisasi. Pandangan dan pendapat dalam materi ini merupakan pandangan kami pada saat ini dan dapat berubah tanpa pemberitahuan. Namun demikian, pelepasan tanggung jawab ini tidak menghilangkan tugas atau kewajiban yang dimiliki Perusahaan terhadap para pelanggannya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Republik Indonesia. PT Schroder Investment Management Indonesia, Lantai 30 Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 1, Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53, Jakarta 12190, Indonesia. PT Schroder Investment Management Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan Indonesia (OJK).
PT Schroder Investment Management Indonesia kini menjadi bagian dari Manulife Group setelah akuisisi PT Schroder Investment Management Indonesia oleh PT Manulife Aset Manajemen Indonesia yang berlaku efektif sejak 31 Maret 2026.
Topik