Reksa Dana Pasar Uang

Reksa dana pasar uang adalah reksa dana yang dana kelolaannya diinvestasikan seluruhnya di instrumen pasar uang, deposito berjangka atau obligasi yang diterbitkan dengan jangka waktu 1 tahun atau obligasi yang sisa jatuh temponya kurang dari 1 tahun.

Reksa dana pasar uang umumnya memberikan potensi pengembalian investasi yang lebih tinggi dari deposito dan tabungan. Sementara dari sisi risiko, reksa dana ini memiliki risiko yang paling rendah dibandingkan reksa dana lainnya, namun tentu saja ini dibarengi dengan potensi pengembalian investasi yang lebih rendah pula.

Dengan demikian, reksa dana ini sangat sesuai untuk investor pemula yang ingin mencicipi investasi di reksa dana karena belum memiliki pengalaman dan pengetahuan investasi pasar modal dan mereka yang baru saja beralih dari produk tabungan atau deposito. Mereka yang memiliki profil risiko konservatif atau yang memiliki tujuan investasi jangka pendek bisa melirik reksa dana pasar uang. Namun reksa dana jenis ini juga sering dijadikan sebagai pilihan investasi oleh investor dengan profil risiko yang lebih tinggi sebagai diversifikasi portofolio investasi atau ketika pasar saham atau obligasi mengalami ketidakpastian.

Menurut data OJK, per Juli 2020, terdapat 191 reksa dana pasar uang di Indonesia dengan nilai triliun dana kelolaan sebesar Rp 67,9 triliun.

Manfaat Berinvestasi di Reksa Dana Pasar Uang

  • Investasi yang terjangkau, bisa dimulai dengan Rp 50 ribu.
  • Potensi keuntungan yang lebih tinggi dari tabungan atau deposito.
  • Pengelolaan profesional oleh manajer investasi yang memiliki keahlian dan pengalaman.
  • Efisiensi waktu karena tidak perlu melakukan analisa investasi dan administrasi.
  • Diversifikasi, karena diinvestasikan ke berbagai jenis instrumen.
  • Keuntungan perpajakan, pengembalian investasi reksa dana bukan merupakan objek pajak.
  • Likuid, dapat dicairkan sewaktu-waktu pada hari bursa.
  • Transparan, dimana perkembangan NAB dan data kepemilikan mudah dimonitor setiap saat.

Risiko Berinvestasi di Reksa Dana Pasar Uang

  • Risiko penurunan nilai NAB antara lain karena turunnya harga efek portofolio, perubahan tingkat suku bunga yang mengakibatkan fluktuasi pengembalian instrumen pasar uang, wanprestasi dari bank atau penerbit surat berharga,serta force majeur
  • Risiko ekonomi dan politik
  • Risiko likuiditas
  • Risiko perubahan peraturan
  • Risiko pembubaran dan likuidasi

Hal yang perlu diingat investor adalah bahwa reksa dana pasar uang merupakan produk pasar modal, bukan produk perbankan jadi tidak dijamin oleh Lembaga Penjaminan Simpanan.

Mekanisme Transaksi Reksa Dana Pasar Uang

Seperti reksa dana lainnya, investor akan membeli reksa dana melalui manajer investasi secara langsung atau melalui agen penjual. Sebelum membeli, investor harus membuka rekening di manajer investasi atau agen penjual terlebih dahulu. Pembelian dan penjualan harus dilakukan melalui pihak yang sama, jadi misalnya Anda membeli di agen penjual A maka Anda harus juga menjual lewat agen penjual A tersebut. Yang menarik, saat ini telah banyak tersedia platform online baik yang dimiliki manajer Investasi atau agen penjual yang memudahkan investasi di reksa dana. 

Detail mekanisme transaksi dapat dibaca di artikel/video mekanime transaksi reksa dana yang dapat ditemukan di www.schroders.co.id bagian edukasi. Perkembangan NAB per unit reksa dana juga bisa dimonitor setiap saat di media masa dan website manajer investasi. Sementara data kepemilikan reksa dana dapat dimonitor setiap saat di apikasi AKSes yang dikeluarkan oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Sebelum memilih reksa dana pasar, pastikan Anda mengenali profil risiko dan tujuan investasi serta membaca dan memahami prospektus reksa dana. Selain itu, dalam berinvestasi, Anda perlu disiplin dan bisa menerapkan investasi regular yang memberikan potensi keuntungan dalam jangka panjang.

Semoga informasi ini berguna. Untuk informasi lainnya mengenai investasi, kunjungi schroders.co.id atau follow Facebook Schroders Indonesia.

 

INFORMASI PENTING

INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO. CALON PEMODAL WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS SEBELUM MEMUTUSKAN UNTUK BERINVESTASI MELALUI REKSA DANA. KINERJA MASA LALU TIDAK MENCERMINKAN KINERJA MASA DATANG.

Materi ini dimaksudkan untuk tujuan informasi saja dan tidak dimaksudkan sebagai bahan promosi dalam hal apapun. Materi ini tidak dimaksudkan sebagai penawaran atau ajakan untuk pembelian atau penjualan instrumen keuangan apa pun. Hal ini tidak dimaksudkan untuk menyediakan dan tidak boleh diandalkan untuk saran akuntansi, hukum atau pajak, atau rekomendasi investasi. Ketergantungan tidak boleh ditempatkan pada pandangan dan informasi dalam dokumen ini saat mengambil keputusan investasi dan/atau strategi individual. Kinerja masa lalu bukanlah indikator yang dapat diandalkan untuk hasil masa depan. Nilai investasi bisa turun dan naik dan tidak dijamin. Semua investasi mengandung risiko termasuk risiko kemungkinan kehilangan nilai awal investasi. Informasi disini dipercaya bisa diandalkan namun Schroders tidak menjamin kelengkapan atau keakuratannya. Beberapa informasi yang dikutip diperoleh dari sumber ekternal yang menurut kami bisa diandalkan. Tidak ada tanggung jawab yang bisa diterima karena kesalahan fakta yang didapat dari pihak ketiga, dan data ini bisa berubah dengan kondisi pasar. Ini tidak mengecualikan kewajiban atau kewajiban apa pun yang dimiliki Schroders kepada pelanggannya di bawah sistem peraturan yang berlaku.  Kawasan/sektor hanya ditampilkan untuk ilustrasi dan tidak boleh dipandang sebagai rekomendasi untuk membeli/menjual. Pendapat dalam materi ini mencakup beberapa pandangan yang diperkirakan. Kami percaya bahwa kami mendasarkan harapan dan keyakinan kami pada asumsi yang masuk akal dalam batasan dari apa yang saat ini kami ketahui. Namun, tidak ada jaminan dari perkiraan atau opini apapun akan direalisasikan. Pandangan dan pendapat ini mungkin berubah.

PT Schroder Investment Management Indonesia, Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 1, Lantai 30, Jl Jend Sudirman Kav 52-53, Jakarta 12190, Indonesia.

PT Schroder Investment Management Indonesia telah menerima izin manajer investasi dari, dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan Indonesia (OJK).