Reksa Dana Saham

REKSA DANA SAHAM

Jenis reksa dana konvensional yang paling banyak dikenal adalah reksa dana saham. Sesuai dengan namanya, reksa dana ini mayoritas berinvestasi di saham, dimana reksa dana saham wajib berinvestasi minimum 80% di saham. Reksa dana terbuka ini dan merupakan reksa dana yang memberikan potensi hasil investasi yang lebih tinggi dibandingkan ketiga reksa dana konvesional lainnya, namun tentu saja disertai dengan risiko yang lebih tinggi pula.

Reksa dana saham sesuai untuk investor yang memiliki profil risiko agresif untuk tujuan jangka panjang, lebih dari 5 tahun. Reksa dana saham merupakan cara lain untuk berinvestasi di saham secara tidak langsung dimana dengan jumlah dana yang terjangkau investor bisa berinvestasi di saham dan tidak perlu repot-repot menganalisa dan memonitor saham yang dibeli. Racikan portofolio saham di dalam reksa dana saham sendiri bisa bermacam-macam, misalnya reksa dana saham big cap (berinvestasi mayoritas di saham berkapitalisasi besar di bursa) atau reksa dana saham small-mid cap (berinvestasi mayoritas di saham-saham berkapitalisasi kecil-menengah di bursa).

Menurut data OJK, per Juli 2020, terdapat 278 reksa dana saham konvensional di Indonesia dengan nilai dana kelolaan sebesar Rp 100,99 triliun.

Mekanisme Pengelolaan Reksa Dana Saham

Dana yang terkumpul dari investor reksa dana saham, oleh manajer investasi kemudian minimum 80%-nya diinvestasikan ke berbagai saham. Manajer investasi secara aktif mengelola reksa dana dengan melalukan jual beli instrumen investasi. Sebagai informasi, kepemilikan satu nama saham yang diterbitkan oleh satu Pihak tidak boleh lebih dari 10% dari Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana pada setiap saat.

Dalam melakukan pemilihan saham atau stock picking, manajer investasi juga melakukan analisa dan riset. Ada beberapa jenis yang diadopsi oleh manajer investasi antara lain riset bersifat top-down, riset yang bersifat bottom-up, analisa fundamental, dan analisa teknikal. Riset top-down berarti dilakukan mulai dari level makroekonomi ke level sektor/industri kemudian ke level perusahaan/saham, sebaliknya bottom-up dilakukan mulai dari level perusahaan/saham ke level sektor kemudian ke level makroekonomi. Analisa fundamental didasarkan pada data-data mendasar perusahaan seperti laporan keuangan atau kondisi ekonomi sementara analisa teknikal berdasarkan pergerakan harga saham di masa lalu atau statistik pasar.Selengkapnya akan dibahas dalam artikel lain di bagian edukasi ini.

Dalam pengelolaan reksa dana saham, manajer investasi akan berusaha untuk mengalahkan tolok ukur yang telah ditentukan. Tolok ukur yang biasa digunakan adalah indeks saham, yang paling umum di Indonesia adalah IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan). Kinerja reksa dana dapat dimonitor secara bulanan dalam fund factsheet atau laporan kinerja reksa dana yang diterbitkan oleh manajer investasi setiap bulan. Selain kinerja, fund fact sheet juga memuat informasi reksa dana lainnya seperti biaya-biaya, pembelian, penjualan, manajer investasi, bank kustodian dan lain sebagainya. Fund fact sheet bisa diperoleh di website manajer investasi atau di agen penjual.

Untuk aset reksa dana saham sendiri dititipkan dan diadministrasikan oleh Bank Kustodian. Dari pengelolaan reksa dana ini, baik Manajer Investasi dan Bank Kustodian keduanya akan memperoleh imbalan berupa biaya manajer investasi dan biaya bank custodian. Kedua biaya ini sudah diperhitungkan dalam Nilai Aktiva bersih yang dipublikasikan setiap hari bursa.

Pengelolaan reksa dana saham di Indonesia diawasi dan diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Manfaat berinvestasi di Reksa Dana Saham

  • Investasi yang terjangkau, bisa dimulai dengan Rp 100 ribu.
  • Fleksibilitas untuk mengoptimalkan hasil investasi sesuai kondisi pasar.
  • Potensi keuntungan seiring perkembangan Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana
  • Pengelolaan profesional oleh manajer investasi yang memiliki keahlian dan pengalaman.
  • Efisiensi waktu karena tidak perlu melakukan analisa investasi dan administrasi.
  • Diversifikasi, karena diinvestasikan ke berbagai saham.
  • Keuntungan perpajakan, pengembalian investasi reksa dana bukan merupakan objek pajak.
  • Likuid, dapat dicairkan sewaktu-waktu pada hari bursa
  • Transparan, dimana perkembangan NAB dan data kepemilikan mudah dimonitor setiap saat

Risiko berinvestasi di Reksa Dana Saham

  • Risiko penurunan nilai unit penyertaan antara lain karena turunnya harga efek portofolio.
  • Risiko ekonomi dan politik.
  • Risiko likuiditas.
  • Risiko perubahan peraturan.
  • Risiko pembubaran dan likuidasi

Hal yang perlu diingat investor adalah bahwa reksa dana saham merupakan produk pasar modal, bukan produk perbankan jadi tidak dijamin oleh Lembaga Penjaminan Simpanan.

Mekanisme Transaksi Reksa Dana Saham

Seperti reksa dana lainnya, investor akan membeli reksa dana melalui manajer investasi secara langsung atau melalui agen penjual. Sebelum membeli, investor harus membuka rekening di manajer investasi atau agen penjual terlebih dahulu. Pembelian dan penjualan harus dilakukan melalui pihak yang sama, jadi misalnya Anda membeli di agen penjual A maka Anda harus juga menjual lewat agen penjual A tersebut. Pembelian dan penjualan reksa dana dapat dikenai biaya.

Yang menarik, saat ini telah banyak tersedia platform online baik yang dimiliki manajer Investasi atau agen penjual yang memudahkan investasi di reksa dana. 

Detail mekanisme transaksi dapat dibaca di artikel/video mekanime transaksi reksa dana yang dapat ditemukan di www.schroders.co.id bagian edukasi. Perkembangan NAB per unit reksa dana juga bisa dimonitor setiap saat di media masa dan website manajer investasi. Sementara data kepemilikan reksa dana dapat dimonitor setiap saat di apikasi AKSes yang dikeluarkan oleh Kustodian Efek Indonesia (KSEI).

Sebelum memilih reksa dana pasar, pastikan Anda mengenali profil risiko dan tujuan investasi serta membaca dan memahami prospektus reksa dana. Selain itu, dalam berinvestasi, Anda perlu disiplin dan bisa menerapkan investasi regular yang memberikan potensi keuntungan dalam jangka panjang.

Semoga informasi ini berguna. Untuk informasi lainnya mengenai investasi, kunjungi schroders.co.id atau follow Facebook Schroders Indonesia.

Sumber: www.ojk.go.id

 

INFORMASI PENTING

INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO. CALON PEMODAL WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS SEBELUM MEMUTUSKAN UNTUK BERINVESTASI MELALUI REKSA DANA. KINERJA MASA LALU TIDAK MENCERMINKAN KINERJA MASA DATANG.

Materi ini dimaksudkan untuk tujuan informasi saja dan tidak dimaksudkan sebagai bahan promosi dalam hal apapun. Materi ini tidak dimaksudkan sebagai penawaran atau ajakan untuk pembelian atau penjualan instrumen keuangan apa pun. Hal ini tidak dimaksudkan untuk menyediakan dan tidak boleh diandalkan untuk saran akuntansi, hukum atau pajak, atau rekomendasi investasi. Ketergantungan tidak boleh ditempatkan pada pandangan dan informasi dalam dokumen ini saat mengambil keputusan investasi dan/atau strategi individual. Kinerja masa lalu bukanlah indikator yang dapat diandalkan untuk hasil masa depan. Nilai investasi bisa turun dan naik dan tidak dijamin. Semua investasi mengandung risiko termasuk risiko kemungkinan kehilangan nilai awal investasi. Informasi disini dipercaya bisa diandalkan namun Schroders tidak menjamin kelengkapan atau keakuratannya. Beberapa informasi yang dikutip diperoleh dari sumber ekternal yang menurut kami bisa diandalkan. Tidak ada tanggung jawab yang bisa diterima karena kesalahan fakta yang didapat dari pihak ketiga, dan data ini bisa berubah dengan kondisi pasar. Ini tidak mengecualikan kewajiban atau kewajiban apa pun yang dimiliki Schroders kepada pelanggannya di bawah sistem peraturan yang berlaku.  Kawasan/sektor hanya ditampilkan untuk ilustrasi dan tidak boleh dipandang sebagai rekomendasi untuk membeli/menjual. Pendapat dalam materi ini mencakup beberapa pandangan yang diperkirakan. Kami percaya bahwa kami mendasarkan harapan dan keyakinan kami pada asumsi yang masuk akal dalam batasan dari apa yang saat ini kami ketahui. Namun, tidak ada jaminan dari perkiraan atau opini apapun akan direalisasikan. Pandangan dan pendapat ini mungkin berubah.

PT Schroder Investment Management Indonesia, Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 1, Lantai 30, Jl Jend Sudirman Kav 52-53, Jakarta 12190, Indonesia.

PT Schroder Investment Management Indonesia telah menerima izin manajer investasi dari, dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan Indonesia (OJK).